Detail Berita

Prihatin, Puluhan SD Negeri di Temanggung Kekurangan Murid, DPRD Wacanakan Regrouping Sekolah

TEMANGGUNG - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Tunggul Purnomo, mengaku prihatin terhadap kondisi sejumlah Sekolah Dasar (SD) negeri di wilayah Kabupaten Temanggung yang mengalami kekurangan murid secara signifikan.

Data dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Temanggung, terdapat 33 SD yang hanya mendapatkan siswa baru di bawah 5 anak untuk tahun ajaran 2025/2026.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Ada SD yang hanya mendapatkan tujuh, lima, bahkan satu siswa saja. Kondisi seperti ini tentu menjadi keprihatinan kita semua,” kata Tunggul saat diwawancarai, Rabu (16/7/2025).

Politisi Partai Golkar ini menyebut, DPRD Temanggung saat ini tengah melakukan kajian internal terhadap fenomena ini. Meski belum secara resmi disampaikan kepada Dinas Pendidikan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi sekolah negeri adalah ketatnya persaingan dengan sekolah swasta yang dinilai lebih adaptif dan kompetitif.

“Kalau SD negeri tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, maka akan sulit bersaing dengan SD swasta yang punya kualitas bagus. SD swasta bergantung pada jumlah rombongan belajar untuk pendapatan honor guru, sementara SD negeri anggarannya sama meski jumlah siswanya sedikit," jelasnya.

Tunggul menyatakan, jika benar terdapat lebih dari 50 SD yang mendapatkan kurang dari 10 siswa, maka pemerintah daerah perlu mengambil langkah tegas. Salah satunya melalui opsi regrouping atau penggabungan sekolah.

Dikatakan, regrouping bisa menjadi solusi meski memiliki dampak terhadap kualitas belajar mengajar.

"Kalau satu kelas di sekolah hanya diisi tiga atau lima murid, tentu guru juga akan kurang termotivasi. Anak-anak pun bisa kehilangan semangat belajar karena minimnya interaksi dan kompetisi,” ujarnya.

Kendati begitu, wakil ketua DPRD Temanggung menegaskan, rencana regrouping masih dalam tahap wacana dan belum menjadi keputusan resmi.

DPRD akan melakukan kajian lebih lanjut bersama komisi terkait dan Dindikpora Temanggung. Termasuk, mempertimbangkan masukan dari wali murid dan tenaga pendidik.

“Kita paham, pasti ada pertimbangan dari wali murid yang mungkin keberatan jika anaknya harus sekolah lebih jauh. Guru pun belum tentu bersedia dipindah ke lokasi yang lebih jauh karena biaya tambahan. Tapi jika tidak diambil langkah, maka pendidikan anak-anak juga bisa terhambat,” tegas Tunggul.

Tunggul menambahkan, meski regrouping akan menimbulkan konsekuensi, namun itu bisa menjadi kebijakan demi meningkatkan mutu pendidikan dasar di Temanggung.

Ia berharap wacana ini bisa dikaji secara menyeluruh dan dikomunikasikan dengan semua pihak yang terlibat. Itu supaya keputusan yang diambil nantinya benar-benar solutif dan berdampak baik untuk peserta didik (dev)

https://www.instagram.com/p/DMOtfQgTzSB/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==