Detail Berita

Temanggung adalah salah satu wilayah yang terletak di provinsi Jawa Tengah, dan dijuluki sebagai “Kota Tembakau”. Julukan tersebut didasari oleh mayoritas penduduk Kabupaten Temanggung yang bermata pencaharian sebagai petani tembakau. Selain itu, Temanggung merupakan salah satu penghasil tembakau terbesar di Indonesia sekaligus menjadi nomor satu di Jawa Tengah. Hal ini dipicu oleh luas tanaman tembakau yang mencapai 16.000 – 18.000 hektare setiap tahunnya, serta kapasitas produksinya yang mencapai angka 12.000 ton per tahun yang diperoleh dari produk tembakau kering.

Tanaman tembakau dihasilkan dari beberapa daerah di Kabupaten Temanggung, diantaranya ialah Kecamatan Temanggung, Bansari, Kedu, Tembarak, Jumo, Selopampang, Kledung, Bulu, Tlogomulyo, Tretep, Wonoboyo, Candiroto, Ngadirejo, dan Parakan.

Dilansir dari laman Bappeda Kabupaten Temanggung, terdapat tujuh sentra produksi yang membudidayakan tembakau, yakni Lamuk dan Lamsi yang dihasilkan di lereng timur dan utara Gunung Sumbing, Paksi yang dihasilkan di lereng utara dan timur Gunung Sindoro, Toalo yang dihasilkan di lereng barat dan selatan Gunung Sumbing tepatnya di daerah Tegalrejo hingga Parakan, dan Tionggang yang termasuk sebagai tembakau sawah karena dihasilkan dari lahan sawah yang terletak di sebelah selatan dan tenggara Gunung Sindoro. Sementara itu, tembakau Kidulan yang dihasilkan di lereng timur Gunung Sumbing, dan Swanbing yang dihasilkan di lereng Gunung Prau. Diantara semua jenis tembakau yang dibudidayakan oleh tujuh sentra produksi tersebut, tembakau Lamuk termasuk tembakau dengan hasil yang berkualitas dan bermutu baik.

Di tiga tahun terahir harga tembakau di Temanggung dalam kondisi tidak baik, harga mengalami penurunan sangat tinggi, hal ini diakibatkan karena PT Gudang Garam tidak membeli tembakau dari Kabupaten Temanggung pada tahun 2024. Beberapa sumber berita menyebutkan bahwa keputusan ini disebabkan oleh penurunan penjualan rokok akibat kenaikan cukai. Kondisi ini membuat petani tembakau mengalami kerugian yang cukup besar, biaya produksi tembakau dari proses tanam hingga rajangan siap jual tidak berimbang dengan nilai jual yang tembakau. Petani tembakau selama ini penjualan tembakau bergantung dengan kebutuhan pabrik, namun pada saat ini pabrik tidak memberikan harapan untuk dapat membeli tembakau dalam kondisi yang sesuai dengan harapan petani. Keadan tersebut para petani tembakau mulai mengembangkan tembakau lembutan untuk melayani konsumsi masyarkat.

Harga rokok yang semakin tinggi, para perokok banyak yang mulai beralih dengan memanfaatkan tembakau lembutan dengan cara mengolah rokok secara mandiri (dengan model linting sendiri/rokok tingwe. Untuk mempercepat proses melinting rokok dengan hasil yang presisi dan sama di perlukan Alat linting rokok.  Dengan Alat linting rokok dapat membantu pengguna dalam membuat rokok secara manual dengan lebih mudah dan rapi. Alat ini membantu menghasilkan rokok dengan ukuran dan kepadatan yang konsisten, serta dapat meningkatkan kepuasan saat merokok.

Seorang Inventor dari Ngadirjo Temanggung menangkap peluang pasar yang sangat terbuka membuat linting kayu dengan memanfaatkan limbah kayu. Limbah kayu yang selama ini kurang bermanfaat hanya sebagai kayu bakar dibuat menjadi alat linting tembakau untuk melinting rokok, kayu yang kurang berharga berubah menjadi kerajinan yang bernilai tinggi.

Tim Penjaringan Inovasi (PENOVA) dan Kreatifitas dan Inovasi (Krenova) melihat potensi Linting rokok dari Kayu dapat mengispirasi masyarakat utamanya pengrajin kayu sehingga limbah kayu yang kurang bernilai, dengan sentuhan tangan-tangan kreatif dapat diubah menjadi seni kerajinan yang mempunyai nilai manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Tim Penjaringan Inovasi memasukan alat linting tembakau dari kayu ini sebagai salah satu inovasi kerajinan yang unik yang perlu untuk dikembangkan, merekomendasikan agar menjadi inovasi dibawah pembinaan Dinas Koperasi Perdaganan dan UMKM.

Alat Linting Rokok dari Kayu asal ngadirjo sudah dipasarkan diseluruh Indonesia baik secara ofline ataupun online. Bebarengan dengan semaraknya penikmat linting rokok permintaan alat linting rokok dari kayu ini sangat meningkat, dan memberikan membuka lapangan kerja baru.

Keunggulan Alat Linting Kayu:

  • Hasil Lintingan Halus dan Rapi:

Alat ini membantu menghasilkan lintingan tembakau yang halus dan rapi, cocok untuk pemula maupun pengguna berpengalaman.

  • Mudah Digunakan:

Desainnya yang sederhana membuat alat linting kayu mudah digunakan oleh siapa saja.

  • Fleksibel:

Dapat digunakan untuk berbagai ukuran dan jenis rokok, serta bisa digunakan untuk keperluan lain seperti membuat kerajinan tangan

 

BAPPEDA TEMANGGUNG