Detail Berita

Temanggung, 10 Desember 2025 — BPBD Temanggung bersama unsur lintas sektor melakukan peninjauan dan penanganan cepat terhadap kejadian tanah longsor di Dusun Balong, Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Longsor terjadi sebelumnya pada pukul 16.30 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Berdasarkan asesmen di lapangan, tebing setinggi 8 meter dengan panjang 8 meter yang berada tepat di depan permukiman warga tiba-tiba longsor. Material longsoran menyebabkan dua rumah berada dalam kondisi terancam karena jarak tebing dengan bangunan hanya sekitar satu meter.

Dua hunian yang berada di zona rawan tersebut adalah rumah milik Maryanto (54) dengan 1 KK berisi 4 jiwa, serta rumah milik Sarifudin (33) dengan 1 KK berisi 3 jiwa, termasuk 1 lansia dan 1 balita. Meski berada dalam ancaman longsor susulan, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Upaya penanganan darurat dilakukan secara gotong royong oleh Pemerintah Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, BPBD Temanggung, TNI, Polri, Tagana, SAR Macan Gunung Perahu, serta masyarakat. Personel melakukan pendataan, asesmen menyeluruh, dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan keamanan warga.

Sebagai langkah mitigasi cepat, area longsor ditutup menggunakan terpal untuk mengurangi peresapan air dan mencegah pergerakan tanah susulan. Warga yang rumahnya berada di zona terancam juga telah diberikan himbauan kewaspadaan serta pemantauan kondisi lingkungan secara berkala. BPBD turut menyalurkan dukungan logistik darurat bagi warga terdampak.

Hingga saat ini tidak ada warga yang mengungsi. Kebutuhan mendesak difokuskan pada pembersihan material longsor dan penguatan area rawan untuk mengurangi risiko lanjutan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

BPBD Temanggung mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi pergerakan tanah, terutama di sekitar tebing curam dan permukiman yang berada dekat lereng.