Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung mengimbau agar petani cabai mewaspadai serangan virus kuning di musim hujan.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKPPP Temanggung, Sumarno menjelaskan, bahwa total luas tanaman cabai pada 2025 mencapai 12.000 hektare, terdiri dari cabai keriting, cabai rawit, dan cabai besar. Jumlah tersebut serupa dengan luasan tahun sebelumnya.
"Dari total luasan ini, kami berharap panen tetap bisa berjalan baik, meskipun ada berbagai kendala iklim dan serangan penyakit," katanya, Jumat (12/12/2025) di Temanggung.
Sumarno menjelaskan, cabai rawit memiliki masa produksi lebih panjang, mencapai 8 bulan hingga 1 tahun bila pemeliharaan baik dan cuaca mendukung. Sementara cabai keriting dan cabai besar memiliki waktu panen lebih singkat.
Ia mengatakan, virus kuning bukan satu-satunya ancaman. Perubahan iklim dan curah hujan tinggi memicu meningkatnya penyakit lain, seperti, patek (antraknosa/jamur), busuk batang dan busuk akar. (Fir;Ekp)