TEMANGGUNG – Potensi ekonomi kreatif (ekraf) berbasis kearifan lokal di Kabupaten Temanggung kian memikat dunia internasional. Pada Jumat (5/6/2026), Shibiru yang berlokasi di Desa Gandu Wetan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, kedatangan seorang wisatawan mancanegara asal Kaledonia Baru, Prancis, bernama Isabella Prat (64).
Kehadiran pensiunan guru seni tersebut bukan sekadar untuk pelesiran biasa, melainkan untuk menimba ilmu mendalam mengenai teknik ecoprint dan mempelajari proses pembuatan pasta pewarna alam biru alami dari tanaman Strobilanthes cusia. Tanaman legendaris ini dikenal hanya bisa tumbuh subur dengan kualitas optimal di dataran tinggi wilayah Kecamatan Wonoboyo, Temanggung.
Di galeri Shibiru, Isabella dipandu langsung oleh Fatah Syaifur Rochman atau yang akrab disapa Ipung, seorang pelopor dan perintis usaha ekonomi kreatif pasta pewarna alam Strobilanthes cusia di Temanggung. Isabella diajak melihat dan mempraktikkan langsung seluruh proses, mulai dari pengolahan daun, hingga menjadi pasta warna yang siap diaplikasikan ke kain.
Sebagai seorang yang lama bergelut di dunia seni, Isabella mengaku sangat takjub dengan konsistensi warna dan nilai ekologis yang dihasilkan dari kekayaan alam Temanggung ini.
"Ini adalah perjalanan yang luar biasa. Saya datang dari jauh untuk melihat bagaimana alam bisa menghasilkan warna biru yang begitu magis. Apa yang dilakukan di Temanggung ini adalah harmoni antara seni, tradisi, dan keberlanjutan lingkungan," ungkap Isabella di sela-sela kegiatannya.
Sementara itu, Fatah Syaifur Rochman (Ipung) menjelaskan bahwa kunjungan Isabella menjadi bukti nyata bahwa produk turunan pertanian dan kreativitas lokal Temanggung memiliki daya tawar tinggi di pasar global. Tanaman Strobilanthes cusia dari Wonoboyo tidak hanya menghasilkan warna indigo yang pekat dan solid, tetapi juga membawa narasi ramah lingkungan yang kini tengah menjadi tren dunia.
"Kami sangat bangga bisa membagikan ilmu ini kepada seorang guru seni dari Prancis. Ini menegaskan bahwa Temanggung tidak hanya kaya akan kopi dan tembakau, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran pewarna alami dunia yang diakui secara internasional," tutur Ipung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata edukasi di Kabupaten Temanggung dapat terus berkembang, serta menginspirasi generasi muda setempat untuk terus melestarikan dan mengoptimalkan potensi alam yang ada di bumi sendiri.
SMARTCITY TEMANGGUNG