Temanggung — Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari dampak yang lebih luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat.
Karhutla tidak hanya menghanguskan vegetasi dan kawasan hutan, tetapi juga dapat merusak fungsi ekologis yang sangat penting. Hutan berperan sebagai daerah resapan air yang menjaga keberlangsungan mata air dan ketersediaan air bagi masyarakat. Ketika hutan terbakar, kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air akan menurun sehingga mata air dapat menyusut bahkan mati. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan, terutama saat musim kemarau berlangsung.
Selain berdampak pada sumber daya air, kebakaran hutan dan lahan juga menimbulkan berbagai kerugian lain, seperti menurunnya kualitas udara akibat asap, meningkatnya risiko gangguan kesehatan pernapasan, rusaknya habitat satwa liar, serta terganggunya aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat.
BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api dari pembakaran sampah maupun aktivitas lainnya benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Imbauan khusus juga ditujukan kepada para pendaki gunung. Pada musim kemarau, kondisi vegetasi yang kering membuat kawasan hutan sangat rentan terbakar. Oleh karena itu, pendaki disarankan untuk tidak menyalakan api unggun selama melakukan pendakian. Apabila dalam kondisi tertentu atau keadaan darurat api harus dinyalakan, pendaki wajib memastikan api dan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung mengingatkan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh aktivitas manusia yang sebenarnya dapat dicegah.
"Kesadaran dan kepedulian bersama menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Satu kelalaian kecil dapat memicu kebakaran besar yang berdampak panjang terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat," ujarnya.
BPBD Kabupaten Temanggung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya.
Melalui langkah pencegahan yang dilakukan bersama, diharapkan kualitas lingkungan tetap terjaga, sumber mata air tetap lestari, risiko kekeringan dapat diminimalkan, serta keselamatan masyarakat dapat terlindungi.
"Jangan Tinggalkan Api, Jangan Tinggalkan Bencana." Sebuah pesan sederhana yang mengingatkan bahwa menjaga hutan hari ini berarti menjaga sumber kehidupan untuk masa depan.
SMARTCITY TEMANGGUNG