TEMANGGUNG – Suasana di kawasan cagar budaya Situs Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, tampak berbeda pada Senin pagi (15/6/2026). Area situs purbakala peninggalan Mataram Kuno tersebut mendadak "memerah" oleh kehadiran 100 siswa-siswi SD Muhammadiyah Ngadirejo yang mengenakan seragam khas seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Kehadiran para pesilat cilik ini dalam rangka menggelar kegiatan olahraga bersama sekaligus latihan fisik massal di alam terbuka. Di bawah udara sejuk lereng Gunung Sindoro, mereka dengan penuh semangat memperagakan berbagai jurus dasar, mulai dari pukulan, tendangan, hingga teknik hindaran di area sekitar situs.
Salah satu Guru SD Muhammadiyah Ngadirejo menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja ditempatkan di Situs Liyangan dengan tujuan ganda. Selain untuk menjaga kebugaran fisik siswa melalui olahraga bela diri, kegiatan luar ruangan (outdoor) ini juga menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya lokal.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya sehat secara fisik dan tangguh secara mental melalui Tapak Suci, tetapi juga memiliki rasa kepemilikan dan kebanggaan terhadap warisan sejarah yang ada di daerah mereka sendiri, seperti Situs Liyangan ini," paparnya di sela-sela kegiatan, Senin (15/6/2026).
Kombinasi antara disiplin olahraga bela diri dan latar belakang pemandangan bebatuan candi bersejarah menciptakan atmosfer latihan yang unik dan penuh khidmat. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap instruksi dari pelatih, meski cuaca gunung cukup menusuk tulang.
Selain melakukan latihan fisik dan jurus, kegiatan ini ditutup dengan aksi peduli lingkungan. Para siswa diajak untuk bersama-sama membersihkan sampah ringan di sekitar area yang mereka gunakan untuk latihan, sebagai wujud nyata penerapan karakter cinta alam dan kebersihan yang diajarkan dalam Tapak Suci.
Pihak pengelola Situs Liyangan menyambut baik kegiatan positif ini. Kehadiran generasi muda yang berolahraga sambil mengenal sejarah diharapkan dapat menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk memanfaatkan ruang publik dan situs bersejarah sebagai sarana pembelajaran yang kreatif dan rekreatif.
SMARTCITY TEMANGGUNG