Buyung menjelaskan anjloknya harga dipicu oversuplai telur. Peluang pasar nasional sekitar 80 juta butir per hari mendorong banyak pelaku baru masuk ke usaha peternakan, sementara kenaikan harga jagung dan bahan baku impor membuat harga pakan mendekati Rp 8.000 per kilogram.
Selain itu, katanya, melemahnya daya beli masyarakat dan berhentinya sementara penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah menyebabkan stok telur terus menumpuk di kandang peternak.
Buyung berharap, pemerintah meningkatkan penyerapan telur melalui berbagai program bantuan sosial dan penanganan stunting, mempercepat distribusi jagung bersubsidi, serta mempermudah pasokan bahan baku pakan agar harga telur kembali berada di atas biaya produksi. (Aiz;Ekp)
Selengkapnya Cek Link Bio????????????????????????
https://mc.temanggungkab.go.id/frontend