TEMANGGUNG – Kemeriahan luar biasa menyelimuti kawasan Kledung Park pada Sabtu malam (11/07/2026). Ratusan pecinta otomotif klasik dari berbagai daerah melebur dalam energi yang sama pada perayaan puncak 38th Anniversary Motor Antique Club Indonesia (MACI) Temanggung. Mengusung konsep malam penuh kebersamaan dan musik, acara ini sukses besar membakar semangat lewat perpaduan distorsi keras khas lokal dan harmoni musik nasional.
Sebelum sang bintang tamu utama naik panggung, suasana dingin khas pegunungan Kledung langsung dihentak oleh penampilan super cadas dari opening band lokal Temanggung, Buas.
Membawakan aliran thrash metal, genre heavy metal yang terkenal keras dan cepat, Buas sukses memompa adrenalin para bikers yang hadir. Perpaduan raungan gitar yang berat dan tebal dengan pukulan drum bertempo sangat cepat (fast-tempo) langsung menciptakan atmosfer yang bertenaga di depan panggung. Aksi panggung yang agresif dan penuh energi dari talenta lokal ini membuktikan bahwa skena musik bawah tanah Temanggung memiliki taji yang luar biasa untuk menggetarkan perayaan berskala besar.
Setelah tensi penonton dibakar oleh distorsi tinggi, suasana berubah menjadi magis dan penuh kebersamaan saat guest star utama, Ipang Lazuardi, mengambil alih panggung. Penyanyi legendaris dengan karakter suara serak basah yang khas ini langsung menghipnotis penonton lewat sederet lagu andalannya.
Lagu-lagu hits legendaris seperti "Ada Yang Hilang", "Tentang Cinta", hingga "Sahabat Kecil" dibawakan dengan penuh karisma. Ipang tampil sangat komunikatif dan menyatu tanpa sekat dengan semangat persaudaraan para anggota MACI. Ratusan pengunjung pun serentak melakukan sing-along, menciptakan momen hangat di tengah hamparan alam Kledung Park.
"Energi Temanggung malam ini luar biasa! Dari yang cadas sampai yang bernyanyi bersama, semuanya menyatu. Selamat ulang tahun ke-38 untuk MACI Temanggung, tetap solid, respek, dan jaga terus persaudaraan di jalanan!" seru Arin dan Angga di sela membawakan jalannya acara.
Perayaan hari jadi ke-38 MACI Temanggung ini ditutup dengan tertib dan penuh kesan mendalam. Kehadiran genre thrash metal dari Buas yang berpadu apik dengan musik folk-rock emosional dari Ipang Lazuardi menjadi bukti bahwa perbedaan karakter musik justru semakin mempererat esensi dari tema acara, malam penuh kebersamaan.
Sumber foto: shuuchuu
SMARTCITY TEMANGGUNG