TEMANGGUNG — Suasana pagi hari di sudut Kabupaten Temanggung selalu punya cerita tersendiri, terlebih saat akhir pekan tiba. Salah satu titik yang paling ramai diserbu masyarakat adalah Waroeng Jadoel, sebuah destinasi kuliner legendaris yang berlokasi di pusat kota Temanggungtepatnya beralamatkan di Jalan Jenderal Sudirman No.102, Jampirejo Tengah, Jampirejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026).
Sejak jarum jam baru menunjukkan pukul 06.00 WIB, warung makan sederhana yang buka 24 jam ini sudah dipadati antrean pembeli yang berburu sarapan. Mereka rela berdesakan demi menikmati sepiring kehangatan menu tradisional yang disajikan langsung oleh pemiliknya, Siti Sukastiyah (75), atau yang akrab disapa Mak Tik.
Memasuki hari Sabtu dan Minggu, omzet dan kunjungan ke Waroeng Jadoel melonjak tajam dibanding hari biasa. Pagi hari menjadi waktu "puncak" di mana bangku-bangku warung tidak pernah sepi dari pelanggan yang datang dan pergi.
Daya tarik utama dari warung milik Mak Tik ini adalah konsistensinya dalam mempertahankan cita rasa autentik sejak puluhan tahun lalu. Memasak menggunakan metode tradisional dan resep turun-temurun membuat aroma masakan di sini begitu menggugah selera.
"Setiap weekend pasti ramai begini, apalagi kalau pagi. Banyak yang mau sarapan. Sampai kadang saya dan dibantu keluarga harus ekstra cepat melayani biar pelanggan tidak menunggu terlalu lama," ujar Mak Tik sembari tersenyum ramah melayani pembeli.
Hebatnya, meski menyandang status sebagai kuliner legendaris, harga yang ditawarkan di Waroeng Jadoel sangat ramah di kantong. Berbagai pilihan hidangan mulai dari nasi brongkos, empis-empis tongkol khas Temanggung, sup tradisional, hingga aneka jajanan pasar dibanderol dengan harga yang sangat murah meriah. Hal inilah yang membuat warung Mak Tik selalu dicintai, tidak hanya oleh dompet mahasiswa tetapi juga keluarga.
Kepopuleran Waroeng Jadoel kini tidak lagi didominasi oleh warga lokal Temanggung. Saat akhir pekan, pelat nomor kendaraan yang terparkir di sekitar warung justru didominasi oleh kendaraan luar daerah, seperti dari Magelang, Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta.
Roni (38), salah satu pengunjung asal Semarang, mengaku sengaja datang pagi-pagi ke Temanggung bersama keluarganya hanya demi sarapan di tempat Mak Tik. "Penasaran karena sering lihat di media sosial. Ternyata pas ke sini suasananya memang jadoel banget, makanannya enak, dan yang paling kaget itu pas bayar, murah banget! Cocok buat destinasi sarapan kalau lagi main ke daerah Temanggung," ungkap Roni.
Di usianya yang sudah berkepala tujuh, Mak Tik tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam menyapa dan melayani setiap pelanggannya. Keramahan Mak Tik berpadu dengan kelezatan kuliner murah meriah menjadikan Waroeng Jadoel bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang bernostalgia yang wajib dikunjungi saat berada di Temanggung.
Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Temanggung pada akhir pekan nanti, pastikan untuk datang lebih pagi agar tidak kehabisan menu-menu andalan di Waroeng Jadoel Mak Tik.
SMARTCITY TEMANGGUNG