TEMANGGUNG — Suasana khidmat dan penuh kedamaian mewarnai kawasan Situs Cagar Budaya Liyangan yang terletak di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Sebanyak 35 orang rombongan dari Yayasan Jaya Pranidhana, Tabanan, Bali, menggelar ritual persembahyangan dan doa bersama di situs peninggalan Mataram Kuno tersebut pada Minggu (9/8/2026).
Kedatangan rombongan asal Pulau Dewata ini bertujuan untuk melakukan penghormatan spiritual sekaligus mempererat tali silaturahmi lintas budaya dan leluhur. Dengan mengenakan pakaian adat Bali yang dominan berwarna putih, para peserta tampak memanjatkan doa-doa keselamatan di area punden berundak dan pelataran situs.
Ketua rombongan menyampaikan bahwa kegiatan persembahan ini merupakan bagian dari agenda ritual keagamaan dan kebudayaan yayasan. Situs Liyangan dipilih karena memiliki nilai sejarah serta keterikatan spiritual yang kuat dengan peradaban Hindu Nusantara masa lalu.
"Kami datang dari Tabanan dengan niat tulus untuk memanjatkan doa keselamatan bagi bangsa, menjaga harmoni alam, serta menghormati leluhur yang pernah membangun peradaban agung di bumi Liyangan ini," ujar salah satu perwakilan Yayasan Jaya Pranidhana di lokasi kegiatan.
Prosesi persembahan berjalan dengan tertib dan penuh khusyuk, diiringi harum aroma dupa serta lantunan doa-doa suci yang membawa nuansa kedamaian di lereng Gunung Sindoro tersebut.
Kehadiran rombongan dari Bali ini disambut baik oleh pengelola kawasan situs Liyangan. Hubungan saling menghormati antarumat beragama dan pelestari budaya terlihat jelas sepanjang acara berlangsung.
Pengelola Situs Liyangan mengungkapkan bahwa kunjungan spiritual dari berbagai daerah, termasuk Bali, bukanlah hal baru. Kehadiran Yayasan Jaya Pranidhana semakin mempertegas bahwa Situs Liyangan bukan sekadar objek wisata sejarah, tetapi juga ruang perjumpaan budaya dan spiritualitas Nusantara.
Kawasan Situs Liyangan sendiri dikenal sebagai peninggalan Mataram Kuno abad ke-8 hingga10 Masehi yang terkubur akibat erupsi Gunung Sindoro. Hingga kini, situs ini terus menjadi perhatian peneliti, wisatawan, maupun peziarah spiritual dari seluruh Indonesia.
SMARTCITY TEMANGGUNG