Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Penyusunan Dokumen Kajian Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) City Walk Kota Parakan pada Senin (12/10/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Prau Bapperida Kabupaten Temanggung mulai pukul 09.00 WIB ini menjadi langkah awal persiapan penataan kawasan perkotaan Parakan
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh pihak Konsultan selaku pelaksana, serta jajaran Tim Teknis dari berbagai instansi terkait. Di antaranya adalah Bapperida, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pihak Kecamatan Parakan, dan Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Temanggung. Penyusunan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyiapkan penataan kawasan City Walk Parakan agar tidak hanya menjadi ruang publik yang estetis dan ramah pejalan kaki, tetapi juga mampu menjadi penggerak roda ekonomi baru dengan tetap menjaga identitas budaya serta sejarah lokal setempat
Adapun pelaksanaan penyusunan Kajian Studi Kelayakan City Walk Parakan diproyeksikan memakan waktu selama 75 hari kalender, terhitung mulai 8 Oktober hingga 18 Desember 2026. Wilayah studi penataan ini mencakup seluruh trotoar di kawasan perkotaan Parakan, meliputi Jalan Diponegoro, Jalan Usman, Jalan Kosasih, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Letnan Suwaji, serta Jalan Aip Mungkar
Dalam pembahasan tersebut, DPRKPH menekankan pentingnya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal sebesar 20 persen serta tata kelola persampahan yang baik. Sementara itu, DPUPR memberikan masukan agar pemetaan data dilakukan sejak awal dan rancangan konsep desain diakomodasi ke dalam kajian sebagai bahan pertimbangan penyusunan Detail Engineering Design (DED) di tahap berikutnya. Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), kantong parkir, serta referensi gambaran trotoar ideal juga menjadi perhatian khusus dalam penyusunan dokumen ini
Pihak Konsultan menegaskan bahwa regulasi akan menjadi pertimbangan utama dan berbagai kekurangan dari penyusunan FS City Walk Temanggung sebelumnya akan dijadikan bahan evaluasi. Untuk menunjang efektivitas dan efisiensi kegiatan, konsultan dijadwalkan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebanyak dua kali, yang diawali dengan agenda Paparan Pendahuluan pada Selasa, 20 Oktober 2026 mendatang
SMARTCITY TEMANGGUNG