TEMANGGUNG – Kabupaten Temanggung tidak hanya dikenal dengan pesona alam lereng Sindoro-Sumbing yang memukau atau aroma tembakaunya yang legendaris. Di balik hamparan hijaunya, kabupaten ini menyimpan kekayaan seni pertunjukan rakyat yang begitu mendarah daging, salah satunya adalah seni Jaran Kepang (Kuda Lumping). Berbeda dari daerah lain, Jaran Kepang Temanggung memiliki identitas visual yang khas dan berkarakter kuat, sebuah mahakarya yang salah satunya lahir dari tangan dingin seorang perajin di pelosok Ngadirejo.
Jika kita menelusuri wilayah utara Temanggung, tepatnya di Dusun Kembang, Desa Gejagan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, terdapat sebuah sanggar pembuatan jaran kepang unik bernama Kandang Jaran Gus Pri. Tempat ini merupakan ruang kreatif sekaligus dapur produksi utama bagi berbagai perlengkapan kesenian tradisional, khususnya jaran kepang, yang kini menjadi salah satu ikon budaya andalan Kabupaten Temanggung.
Nama "Kandang Jaran" yang melekat pada sanggar milik Gus Pri ini menyimpan latar belakang cerita yang unik dan sarat akan semangat transformasi. Ruangan yang kini riuh oleh suara anyaman bambu, dan goresan kuas warna-warni tersebut dulunya merupakan sebuah bangunan kandang kambing yang sederhana.
Melihat potensi seni yang besar serta didorong oleh tekad kuat untuk melestarikan kebudayaan lokal, Gus Pri berinisiatif merenovasi dan mengalihfungsikan bangunan tersebut secara mandiri. Kandang hewan ternak itu kini telah bersalin rupa menjadi sanggar seni yang produktif. Ruang yang dahulu sepi kini menjadi "kandang" bagi puluhan bahkan ratusan replika jaran kepang yang siap melompat di berbagai panggung pertunjukan rakyat.
Jaran kepang buatan Kandang Jaran Gus Pri sangat diminati oleh para seniman dan kelompok jaran kepang, baik dari dalam maupun luar daerah, karena mempertahankan pakem asli Temanggungan. Secara anatomis dan estetis, Jaran Kepang khas Temanggung memiliki perbedaan mendasar yang menjadi keunggulannya dibanding karya dari daerah lain:
- Konstruksi Lebih Kencang: Anyaman bambu (kepang) dikerjakan secara presisi, padat, dan kencang. Hal ini membuat struktur jaran kepang menjadi sangat kokoh, tebal, dan tidak mudah melengkung atau rusak saat digunakan dalam tari-tarian yang dinamis dan berenergi tinggi.
- Warna Lebih Cerah dan Variatif: Permainan warna pada jaran kepang Temanggungan cenderung berani (bold). Perpaduan warna merah, kuning, hijau, hitam, dan putih diaplikasikan dengan kontras yang tinggi serta motif dekoratif yang lebih kaya, memberikan efek visual yang memikat saat tersorot lampu panggung.
- Model Kaki Kuda yang Mengangkat: Ini merupakan ciri khas visual paling otentik. Jika jaran kepang daerah lain umumnya berbentuk datar atau kedua kaki sejajar di bawah, Jaran Kepang Temanggung dibuat dengan pose salah satu kaki depan yang mengangkat ke atas. Pose ini memberikan kesan kuda yang sedang bergerak lincah, gagah, dan penuh semangat juang layaknya pasukan berkuda sejati.
Di Kandang Jaran, Gus Pri memproduksi langsung seluruh perlengkapan kesenian tersebut bersama beberapa asistennya. Proses pembuatan satu unit jaran kepang membutuhkan ketelatenan tingkat tinggi—mulai dari pemilihan jenis bambu apus yang tepat, proses menganyam, pembentukan pola, pengecatan dasar, hingga pemberian detail rambut kuda dari bulu pilihan dan pernak-pernik hiasan kepala.
Kehadiran Kandang Jaran Gus Pri di Desa Gejagan ini bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan benteng pertahanan kebudayaan daerah. Melalui karya kerajinan tradisional ini, Gus Pri telah menyuplai nafas kehidupan bagi puluhan kelompok kesenian rakyat di Temanggung, memastikan bahwa tabuhan ritmis selompret dan kendang pengiring tari Jaran Kepang akan terus bergema dari generasi ke generasi.
SMARTCITY TEMANGGUNG